Jangan Sampai Ada Gesekan,  Persaingan Transportasi Online dan Konvensional

TUNGGU PENUMPANG: Taksi-taksi yang mangkal di Jalan Sultan Thaha, depan WTC Pasar Jambi, kemarin (5/9). Berkembangnya transportasi online membuat omzet Taksi konvensional turun
TUNGGU PENUMPANG: Taksi-taksi yang mangkal di Jalan Sultan Thaha, depan WTC Pasar Jambi, kemarin (5/9). Berkembangnya transportasi online membuat omzet Taksi konvensional turun
Share

Pemerintah Harus Buat Regulasi

JAMBI - Gesekan antara transportasi online dan transportasi konvensional di Kota Jambi memang belum benar-benar terjadi.  Namun demikian, benih-benih itu mulai muncul, terutama di wilayah-wilayah publik.

Ini tentu harus menjadi perhatian serius Pemkot Jambi dan juga Pemprov Jambi serta pihak terkait lainnya. Pasalnya, jika ini tidak diantisipasi secara cepat, dikhwatirkan bisa benar-benar terjadi.

Ketua Komisi III DPRD Kota Jambi Junedi Singarimbun juga mengaku sudah mengetahui adanya hal tersebut. ‘’Tapi sepertinya pemerintah mau ngurus kalau sudah besar. Kalau belum besar masih dibiarkan,’‘ katanya.

Junedi justru mengaku sudah mendapat laporan dan melihat adanya gesekan transportasi online di Bandara Sulthan Thaha Jambi. ‘‘Di Bandara sudah banyak tu,’‘ imbuhnya.

Seharusnya, sebut dia, Kota Jambi bisa mencontoh daerah lain, ada kebijakan yang dibuat Pemerintah untuk mengatur masalah tersebut. ‘‘Memang berkembangnya teknologi, tak bisa kita pungkiri. Tapi harus diatur,’‘ sebutnya.

Pernyataan Junedi ini juga diperkuat oleh AA,  salah satu warga Kota Jambi. Ia mengaku beberapa hari lalu pernah dicegat oleh pengemudi konvensional saat berada di Bandara Sultan Thaha Jambi.

Menurut pengakuan AA, saat itu ia bersama keluarga akan menjemput saudaranya di bandara. Namun saat  ia hendak menurunkan  keluarganya dari dalam mobil, ia langsung dihampiri oleh beberapa supir taksi konvensional tanpa seragam.

‘‘Lagi mau nurunin istri dan anak dari dalam mobil tiba-tiba datanglah supir taksi ini, marah-marah dan ngira  saya ini supir taksi online karena saat itu saya kebetulan sedang telponan. Mereka mengira saya telponan dengan calon penumpang. Melihat pakaiannya, sepertinya mereka bukan taksi konvensional resmi tapi taksi gelap karena nggak berseragam,’‘ ungkapnya.

Ia mengakui bahwa sempat cekcok mulut bersama para supir taksi yang mendatanginya tersebut. Namun setelah dijelaskan  akhirnya para supir tersebut pergi. AA menjelaskan, dari perbincangannya bersama supir taksi yang menghampiranya tersebut beberapa dari mereka mengakui sejak maraknya taksi online mereka kesulitan mendapatkan penumpang. Para penumpang lebih memilih menggunakan transportasi online.

‘‘Dari mereka saya dengar kalau sejak ada transportasi online mereka sepi penumpang. Banyak yang milih pakai transportasi online.  Makanya mereka  larang transportasi online masuk ke bandara,’‘ terangnya.

Koordinator Taksi Ceria Jambi Sandri Yutardi mengatakan, keberadaan moda tranportasi online seperti Uber dan Go-kar mempengaruhi pendapatan mereka selaku penyedia moda tranportasi konvensional. Bahkan keberadaan mereka mengurangi pendapatan hingga 50 persen.

Ia mengakui kebutuhan transportasi yang cepat dan murah memang menjadi kebutuhan masyarakat. Selain itu mereka juga tidak bisa melakukan penolakan. Melakukan penolakan pilihan dikembalikan kepada masyarakat karena mereka merupakan konsumen.

‘‘Mau tidak mau kita yang harus menyesuaikan diri  dan beralih ke digitalisasi,’‘ katanya.

Lanjutnya, saat ini Ceria Taksi juga telah bekerja sama dengan pihak Go-Jek dengan mengambil menu Go-Car. Bahkan 60 persen armada Ceria Taksi telah didaftarkan ke moda transportasi online. Ini dilakukan untuk membuat Ceria Taksi tetap eksis dan mampu bersaing.

Sementara itu, terkait dengan aturan Pemerintah Kota Jambi (Pemkot) yang melarang moda angkutan online mangkal di Bandara Sultan Taha, dia juga melarang armadanya mengambil pemesanan online tersebut. Namun untuk layanan menuju bandara tetap dilayani.

‘‘Kita tetap pantau dan tidak melanggar aturan yang berlaku,’‘ tambahannya.

Untuk layanan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Ceria Taksi Jambi tetap meggunakan biaya konvensional menggunakan argo hal ini dilakukan untuk menghargai aturan yang melarang angkutan online mangkal di tempat layanan umum.

Dijelaskannya, saat ini Ceria Taksi Jambi memiliki 50 armada taksi 30 diantaranya telah didaftarkan online dan 20 armada lainya untuk melayani angkutan konvensional. Dan distanbykan di kantor layanan Ceria Taksi di komplek Ceria Mal Kapuk.

Pemesanan Ceria Taksi juga tetap biasa dilakukan dengan menghubungi cal center. Dengan keikutsertaan Ceria Taksi pada moda angkutan online saat ini juga bisa dipesan melalui aplikasi Go-Jek pada menu Go-Car.

‘‘Kita siap bersaing memberikan pelayanan terhadap konsumen,’‘ ungkapnya.

Untuk memenuhi kebutuhan konsumen, lanjutnya,  mereka juga akan mengikuti perkembangan zaman dengan revitalisasi layanan konsumen. Pasalnya untuk menolak aturan mereka juga tidak bisa melakukan seiring perkembangan zaman.

‘‘Dengan keikutsertaan Ceria Taksi pada moda online, pendapatan kembali meningkat meski tidak kembali ke 100 persen,’‘ tambahnya.

Edi, salah seorang sopir mobil rental bandara yang tergabung dalam Primer Koperasi Angkatan Darat (Primkopad), mengakui, sejak munculnya angkutan online,  omzet mereka turun.

‘’Jumlah angkutan mobil rental bandara saat ini terdiri dari 85 unit ini ditambah dengan 20 armada taksi lokal Jambi yaitu Cempaka dan Ceria,’’ katanya.

Ditambahkan Neli, driver lainnya, pihaknya mengetahui adanya angkutan online yang beroperasi di bandara dari aplikasi angkutan online yang sengaja diunduh untuk mendeteksi mobil online. 

‘‘Dalam aplikasinya nampak gambar mobil online di sekitar bandara,’’ jelasnya.

Sebagai antisipasi, katanya, saat taksi online masuk,  plat nomor kendaraannya akan dicatat untuk mencegah mobil tersebut mengangkut penumpang kembali di bandara. 

‘‘Tapi masa hanya itu pekerjaan kami , kapan cari nafkahnya,’’ timpal Edi.

Neli menambahkan, alasan harga juga menjadi keluhan mereka. Angkutan online terlalu menurunkan harga pasaran. Contohnya, tarif angkutan konvensional dari bandara ke Kota Baru sebesar Rp 60 ribu, sementara online hanya mematok Rp 30 ribu.

‘‘Masa harganya 100 persen lebih murah dibanding kita,’’  ungkap Neli.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi Varial Adi Putra mengatakan, akan berkoordinasi dengan pihak terkait tentang aturan terkait moda transportasi online ini. Dirinya belum mengetahui secara pasti pihak mana yang memiliki wewenang.

‘‘Kita akan lihat dulu aturanya,’‘ singkatnya ketika dikonfirmasi harian ini.

Lanjutnya, terkait dengan izin tranportasi konvensional ia mengaku akan kembali melakukan peninjauan izin trayek. Saat ini dengan banyaknya penyedia moda transportasi belum semua memiliki izin.

‘‘Kita akan tinjau lagi,’‘ tambahnya

Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi Shaleh Ridho juga mengaku belum memiliki regulasi tentang aturan main transportasi online di Kota Jambi.

 Menurutnya, pihaknya baru berkomunikasi dengan Go Jek yang ada di Kota Jambi. ‘‘Kita minta Go Jek stop dulu rekrutmen. Terakhir mereka punya 2000 peserta untuk Kota Jambi,’‘ kata Shaleh Ridho .

Sementara untuk tranportasi online roda 4, Saldo (Sapaan akrab Shaleh Ridho, red) mengaku, juga belum ada aturan yang ditetapkan Pemerintah Kota. ‘‘Kita akan rapat dengan Provinsi dulu. Seharusnya pentapan tarif tranportasi online roda 4 dari Provinsi. Ada ajuan uji materil,’‘ imbuhnya.

Terpisah, Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jambi Gusrizal, mengatakan, saat ini pemerintah tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya aturan terkait moda transportasi online ini dibatalkan oleh Mahkamah konstitusi (mk).

‘‘Bagaimana kita mau berbicara kalau aturannya saja dibatalkan,’‘ katanya.

Terkait benturan antara moda konvensional dan online bukan lagi menjadi isu daerah, namun itu sudah menjadi permasalahan nasional. Dan belum ada aturan baru untuk mengatur permasalahan ini

Dia hanya berharap antara moda transportasi konvensional dan online melakukan persaingan usaha secara sehat. Tidak lagi berbicara wilayah dan hak masing-masing.

‘‘Saat inikan yang memilih adalah konsumennya, bukan penyedianya,’‘ tambahnya.

(nur/yni/hfz)





Maju Calonkan Diri Ketua Golkar Kota Jambi, Budi Kantongi 10 Dukungan

  • Sabtu, 25/07/2020 07:35:49 WIB
  • Dibaca: 721

JAMBI - Musyawarah daerah (Musda) ke-X DPD II Partai Golkar Kota Jambi tidak lama lagi akan segera digelar. Jelang ...