Apif Sebut Uang Ketok Palu Sebagai Budaya

Cornelis Dan Zoeman Manap Minta Jatah Rp 1 Miliar
Cornelis Dan Zoeman Manap Minta Jatah Rp 1 Miliar
Share

Kota Jambi-Sidang Lanjutan Dugaan Suap RAPBD 2017 Untuk Kasus Effendi Hatta, Zainal Abidin, Dan Muhammadiyah Akhirnya Digelar, Pada Rabu Siang(4/12). Dalam Persidangan Ini, Sembilan Saksi Yang Dijadwalkan Hadir, Yakni Cornelis Buston, Chumaidi Zaidi, Ar Syahbandar, Apif Firmansyah, Imanuddin, Supriyono, Kusnindar, Nasri Umar, Dan Hasani Hamid.

Orang Yang Pertama Kali Dimintai Keterangannya Adalah Apif Firmansyah. Dalam Keterangan Kesaksiannya, Apif Mengatakan Kenal Semua Dengan Tiga Terdakwa Yakni Effendi Hatta, Zainal Abidin Dan Muhamadiyah.

Dipersidangan Ini, Apif Mulai Buka-Bukaan Terkait Dirinya Selalu Berulangkali Kali Dipanggil Zoerman Manap. Saat Ditanya Jaksa Penuntut Umum Kpk Terkait Apakah Dirinya Mengetahui Adanya Uang Ketok Palu Rapbd Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2017-2018. Apif Mengaku Awalnya Tidak Tahu Dan Mengetahui Hal Tersebut Saat Zoerman Manap Menganggap Hal Itu Merupakan Budaya.

Apif Mengatakan Saat Itu Dirinya Langsung Melapor Pada Zumi Zola Terkait Permintaan Uang Ketuk Palu Tersebut. Namun Zumi Zola Menolak Permintaan Tersebut. Namun Kata Apif Zoerman Ngotot Minta Uang. Dewan Mengancam Kalau Tidak Ada Uang Tidak Bisa Diketuk Palu. Saat Pertemuan Kedua Zoerman Bilang Minta 200 Juta Per Orang, Namun Apif Saat Itu Janjikan Setelah Ketuk Palu.

Disebutkan Setelah Itu Jatah Uang Ketuk Palu Pimpinan 1 Miliar Untuk Zoerman Dan Cornelis Buston. Pimpinan Lainnya Chumaidi Zaidi Dan Syahbandar 600 Juta Rupiah.





Antisipasi penyebaran Covid-19, KPUD Batanghari Lakukan Penundaan Tahapan Pilkada

  • Rabu, 25/03/2020 13:20:46 WIB
  • Dibaca: 115

Batanghari - Menyikapi himbauan pemerintah pusat mengenai pencegahan penularan Covid - 19 yang makin meluas di Indonesia...