4 Siswa Yang Tidak Ikuti Ujian Akui Mengalami Trauma

Illustrasi
Share

Sarolangun – Pasca tidak di perbolehkan nya seorang siswa SMK Negeri 11 Kabupaten Sarolangun mengikuti ujian, akibat tidak membayar iuran Komite dan gaji penjaga keamanan hingga kini belum berbuntut panjang.

Nando yang merupakan kakak korban hingga saat ini masih menunggu tindak lanjut dari pihak sekolah pasca kejadian tersebut. Nando menuturkan, atas kejadian tersebut sang adik hingga kini malu terhadap teman nya. Pihak keluarga korban berharap Dinas Pendidikan Provinsi Jambi menindak lanjuti dan menindak tegas jika memang benar kewajiban membayar ujian tersebut merupakan pungli.

“Adik saya di usir dari kelas ketika ujian dengan alasan tidak membayar iuran perbulan sebesar Rp20.000. Itu bukan saja merusak citra pendidikan tetapi sudah menghancurkan tatanan mutu kualitas pendidikan. Diharap Dinas Pendidikan Provinsi Jambi untuk evaluasi jika terjadi hal demikian saya meminta penegasan.“ Ungkap Nando kakak korban.

Sebelumnya telah terjadi dugaan pungli di lingkungan SMK Negeri 11 Kabupaten Sarolangun, diduga pihak sekolah yang di plopori sang Kepala Sekolah yang membuat kebijakan kepada siswa untuk membayar uang senilai Rp020.000/Bulan dan Rp1.050.000 untuk kelas 12. Uang tersebut di peruntukan membayar komite dan iuran gaji penjaga keamanan.





Cerah, Harapan Ratu Munawaroh Untuk Generasi Milenial

  • Rabu, 07/10/2020 17:04:05 WIB
  • Dibaca: 2402

JAMBI - Masa pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak bulan februari lalu tidak hanya dirasakan di Jambi, tapi juga di In...