Kisah Sarjana Jadi Office Boy, Punya Istri Karyawati Bank

Ilustrasi: Fajar Krisna/Radar Surabaya
Ilustrasi: Fajar Krisna/Radar Surabaya
Share

Ini adalah kisah seorang office boy alias OB di Surabaya, Jawa Timur yang rumah tangganya terancam. Sebut saja namanya Donwori (29).

Meski berprofesi sebagai OB, Donwori menyandang gelar sarjana. Dia punya istri -sebut saja dengan panggilan Karin- yang bekerja sebagai karyawati di sebuah bank.

Donwori menganggap pekerjaannya kalah jauh dengan profesi Karin. Sebagai OB, Donwori punya pekerjaan bersih-bersih kantor dengan gaji yang tak seberapa.

Ternyata kondisi itu berimbas pada hubungan rumah tangga Donwori dengan Karin. Sebab, Karin malu punya suami seorang OB.

"Biasalah, istri saya malu punya suami OB. Sarjana kok jadi OB,” tutur Donwori suatu saat di Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Surabaya.

Donwori menambahkan, Karin sudah berkali-kali mendesaknya mencari pekerjaan lain. Namun, mencari pekerjaan juga bukan hal mudah.

“Saya mencoba berkali-kali tetap tidak dapat. Kalau diminta memilih, saya juga gak mau jadi OB," ucapnya.

Gara-gara hanya berprofesi sebagai OB, Donwori tak punya penghasilan cukup untuk mencukupi rumah tanganya. Walhasil dia meminta Karin ikut menanggung kebutuhan bulanan di rumah.

Apes bagi Donwori karena Karin ogah mengeluarkan uang. Perempuan 27 tahun itu tak rela uangnya dipakai untuk membiayai kebutuhan bersama.

“Seharusnya saling mengertilah, kan demi kebaikan bersama juga. Jangan itung-itungan begitu," kata Donwori.

Menurut Donwori, selama ini Karin selalu berkoar sebagai perempuan penganut feminisme dan kesetaraan gender. Namun kalau urusan uang, Karin menganggap hal itu menjadi kewajiban lelaki.

Gampangnya, Karin menganggap uangnya untuk diri sendiri, sedangkan duit Donwori menjadi milik bersama. Tentu saja penghasilan Donwori tak cukup untuk hidup selama sebulan penuh.

Sekadar mau bayar listrik pun harus diawali cekcok. Mau beli popok anak juga saling pura-pura tidak tahu.

Suatu ketika Donwori pernah mengajak iuran untuk membayar kredit pemilikan rumah (KPR). Namun, Karin hanya melirik sambil menuding Donwori mengeksploitasi tenaga istri.

Gara-gara pekerjaan juga Donwori sering dipandang rendah oleh Karin. Segala nasihat dan ucapan Donwori selalu dibantah oleh Karin.

"Kalau saya bilang A, pasti disanggah dengan A, B, C, D, E dengan segala teorinya. Ya jangan anggap saya bodoh dan gak ngerti gara-gara pekerjaan lah," kata Donwori.

Karin, kata Donwori, juga selalu mengaku menyesal menikah dengan sarjana yang cuma jadi OB. Tak hanya itu, Karin sering berandai-andai menikah dengan pria tajir yang dahulu mendekatinya.

Karena itulah rumah tangga Karin dan Donwori sering gonjang-ganjing. Gerah dengan ucapan-ucapan kasar Karin yang terus-menerus, Donwori memilih mundur.

"Kalau sama saya gak puas, ya sudah, saya tidak memaksa. Biar cari yang lain, yang menurut mereka sepadan.  Ikhlas saya, billahi," pungkasnya dengan nada memelas.(Radar Surabaya)

Editor: Ra
Sumber: www.jpnn.com




Lembaga Penyiaran dan Media Mulai Diawasi

  • Kamis, 13/08/2020 07:47:33 WIB
  • Dibaca: 127

JAKARTA – Euforia Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 mulai terasa. Lembaga penyelenggara pemilu ...