Tiang Listrik Kayu Sudah Lapuk, PLN Muara Sabak Tidak Berdaya

Kondisi Tiang Listrik Kayu yang Sudah Lapuk
Kondisi Tiang Listrik Kayu yang Sudah Lapuk
Share

Tanjab Timur – Tiang listrik PLN yang terbuat dari kayu ini sudah puluhan tahun dan tidak kunjung diganti dengan tiang beton atau besi oleh pihak PLN. Di beberapa tempat tiang listrik terlihat sudah rapuh dan keropos dimakan usia.

Sejumlah warga Kelurahan Mendahara Ilir mengatakan, banyak warga yang terancam dengan keberadaan tiang kayu tersebut. Kondisi seperti ini sangat memprihatinkan jika nantinya roboh dan mencelakakan warga sekitar.

Warga menyebut tiang kayu sudah tampak miring dan tidak layak pakai. Masyarakat Kelurahan Mendahara Ilir telah beberapa kali mengajukan pergantian tiang listrik ke PLN Rayon Muara Sabak. Namun perusahaan plat merah tersebut hingga kini belum respon keluhan warga.

Warga mengaku selama ini mereka merasa terancam dengan tiang listrik kayu yang sewaktu-waktu dapat roboh dan menimbulkan korban. Terutama jika terjadi hujan dan disertai petir yang menyambar bila musim penghujan.

Menyingkapi hal ini Manager PLN Rayon Muara Sabak Helmy Lazuardi mengatakan, PLN Rayon Muara Sabak telah menyurvei kondisi tiang listrik kayu di Kelurahan Mendahara Ilir. PLN Rayon Muara Sabak hanya sebagai surveor, sementara yang memiliki wewenang penuh dalam pergantian tiang adalah PLN Area Jambi.

Helmy belum bisa memastikan kapan realisasi penggantian listrik kayu ke tiang listrik yang lebih layak di Kelurahan Mendahara Ilir tersebut. Helmy mengaku PLN Rayon Muara Sabak telah mengajukan pergantian tiang ke PLN Area Jambi sudah sejak 2 tahun lalu.

“ Hal ini sudah lama untuk pergantian tiang kayu di Mendahara Ilir ini. Proses nya sama yakni sifatnya survei untuk kebutuhan yang ada dan kemudian akan di ekskusi oleh PLN Area Jambi. “ Ungkap Helmy Lazuardi Manager PLN Rayon Muara Sabak.

Penulis: Rad
Editor: RA




Cerah, Harapan Ratu Munawaroh Untuk Generasi Milenial

  • Rabu, 07/10/2020 17:04:05 WIB
  • Dibaca: 2384

JAMBI - Masa pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak bulan februari lalu tidak hanya dirasakan di Jambi, tapi juga di In...