Buktikan Bumi Datar, Mike Hughes Tewas Jatuh dengan Roket Buatannya

Mike Hughes mulai bekerja untuk memperbaiki kebocoran uap setelah ia menggosok upaya peluncuran roket bertenaga uapnya di dekat Amboy, California. (James Quigg/Daily Press via AP, File)
Mike Hughes mulai bekerja untuk memperbaiki kebocoran uap setelah ia menggosok upaya peluncuran roket bertenaga uapnya di dekat Amboy, California. (James Quigg/Daily Press via AP, File)
Share

CALIFORNIA- Mike Hughes dikenal sebagai pria pemberani. Pria 63 tahun itu tewas dalam percobaan peluncuran ke ruang angkasa menggunakan roket buatannya sendiri. Ia tewas setelah roket tenaga uap itu gagal terbang dan jatuh menukik ke bumi. Kejadian ini terjadi di California pada Sabtu (22/2) kemarin.

Seorang reporter lepas, Justin Chapman menyaksikan peluncuran roket Mike. Dia menyaksikan parasut hijau keluar dari roket dan merobek beberapa saat setelah lepas landas. Sekitar 50 orang yang di lokasi ikut panik melihat kejadian itu.

“Semua orang terkejut dan tidak tahu harus berbuat apa,” katanya kepada The Washington Post, Ahad (22/2). “Mereka diam untuk waktu yang lama.”

Hugheis jatuh sekitar setengah mil dari tempat peluncurannya. Tim pendukung Hughes memeriksa tempat jatuhnya roket dan menemukan Hughes telah tewas. Tiga parasut miliknya gagal terbuka.

“Itu tidak berhasil, dan dia meninggal,” kata kolaborator dan teman lama Waldo Stakes kepada Associated Press.

Peluncuran Mike Hughes ini tidak lain hanya untuk membuktikan bumi datar. Hughes memiliki setidaknya satu peluncuran yang sukses, di mana ia diikat ke roket bertuliskan “FLAT EARTH.”

“Itu hal yang berani,” kata Stakes dalam wawancara telepon singkat dengan The Post pada Ahad (23/2), menggambarkan bahaya dan pengalaman Hughes membangun tujuh roket. “Dia adalah salah satu orang terpintar yang pernah saya temui.”

Hughes mendedikasikan beberapa tahun terakhir hidupnya untuk membuktikan teori bumi datar. –

Hughes mencapai ketenaran pada tahun 2002 ketika ia melonjak dalam lompatan 103 kaki di limusin Lincoln Town Car, mendapatkan rekor dunia Guinness.

Pada bulan Maret 2018, Hughes mengendarai roket buatannya dengan ketinggian 1.875 kaki di atas Gurun Mojave, mencapai kecepatan 350 mph.

Itu adalah langkah selanjutnya dalam misinya untuk memotret dunia. “Itu akan menutup mulut mereka yang mengatakan Bumi itu bulat,” kata Hughes saat itu.

Untuk menbuktikan bumi bulat atau datar, Hughes mengatakan akan memperjuangkan secara terbuka. “Saya tidak punya agenda. Jika itu bumi bundar atau bola, saya akan turun dan berkata, “Hei, teman-teman, saya salah. bumi itu bola, oke? ’” kata Hughes.

Hughes baru-baru ini menandatangani kontrak dengan Science Channel untuk mendokumentasikan proyeknya di program televisi “Homemade Astronauts,” saluran tersebut, yang merupakan bagian dari Discovery. (dal/fin)

Editor: Ra
Sumber: www.fin.co.id




Prabowo Jadi Ketua Umum Gerindra Lagi

  • Minggu, 09/08/2020 12:14:21 WIB
  • Dibaca: 434

BOGOR- Partai Gerindra kembali memilih Prabowo Subianto menjadi ketua umum untuk periode 2020-2025. Keputusan itu ...