Jangan Sedih! Pertashop akan Hadir di Desa-desa yang Jauh dari SPBU

ILUSTRASI. Kios Pertashop yang dikembangkan Pertamina untuk pelanggannya yang belum terlayani oleh lembaga penyalur Pertamina lain. (Agfi/Jawa Pos)
ILUSTRASI. Kios Pertashop yang dikembangkan Pertamina untuk pelanggannya yang belum terlayani oleh lembaga penyalur Pertamina lain. (Agfi/Jawa Pos)
Share

Wilayah Indonesia yang begitu luas belum sepenuhnya bisa dijangkau oleh penyalur bahan bakar minyak (BBM). Akibatnya, masyarakat di daerah remote harus berjalan berkilo-kilometer untuk mendapatkan BBM.

Oleh karena itu, PT Pertamina (Persero) mengembangkan lini ritel mereka dengan mendirikan Pertashop. Direktur Pemasaran Ritel Pertamia Mas’ud Khamid menuturkan, ada dua kriteria di mana Pertashop akan dibangun.

“Pertama, di kecamatan yang belum ada SPBU. Kedua, desa yang jaraknya 10 kilometer dari SPBU terdekat,” katanya saat berbincang dengan media akhir pekan lalu.

Mas’ud menerangkan, saat ini baru 7.196 kecamatan di seluruh Indonesia yang dijangkau SPBU. Adapun yang belum terjangkau ada sekitar 3.827 kecamatan.

“Ini akan kami kebut tahun ini, agar seluruh kecamatan merdeka dari SPBU,” imbuh Mas’ud.

Pertashop ini nantinya akan dikerjasamakan dengan BUMDes setempat. Kerja sama ini dimaksudkan guna menjamin kemudahan koordinasi dan kesiapan perangkat desa sasaran.

Sementara itu, produk yang dijual di Pertashop ini beragam, tak hanya produk BBM. Selain premium dan pertamax, Pertashop juga menyediakan produk nonBBM seperti lubricant, LPG pink (5kg), serta produk ritel lainnya kerja sama dengan UKM.

Mas’ud menjamin, harga BBM yang dijual di Pertashop sama dengan BBM yang dijual di SPBU. “Kalau hari ini di Pertamini premium dijual Rp 10 ribu, pertamax Rp 12 ribu, nanti kami jual pertamax dengan harga sama dengan SPBU,” terangnya.

“Kebetulan hari ini pertamax harganya Rp 9 ribu. Jadi, rakyat dapat BBM berkualitas bagus dengan harga yang sama dengan SPBU,” lanjut Mas’ud.

Mengenai pengaturan lokasinya, Mas’ud menjamin kehadiran Pertashop tetap memperhatikan kelangsungan bisnis SPBU. Dia mengakui, modal untuk mendirikan satu SPBU bisa mencapai Rp 20-Rp 30 miliar.

“Hari ini SPBU yang besar kita ada sekitar 6 ribu, berarti ada aset partner yang nilainya Rp 120 triliun. Nah, ini harus kita proteksi proporsional. Jadi, keberadaan Pertashop ini melengkapi yang belum ada atau menjangkau yang belum terjangkau,” pungkasnya.

Editor: Ra
Sumber: www.jawapos.com




Pilkada Ditunda, DKPP Awasi Anggaran

  • Kamis, 02/04/2020 08:50:56 WIB
  • Dibaca: 2056

Jakarta – Presiden Joko Widodo telah menunjuk Didik Supriyanto menjadi Anggota DKPP melalui Keputusan Preside...