Pemerintah Pikirkan Kondisi Ramadan dan Idul Fitri di Tengah Korona

Strelisasi Masjid Istiqlal (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Strelisasi Masjid Istiqlal (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share

Gugus Tugas Penanganan COVID-19 yang diketuai Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), memperkirakan puncak kasus korona di Indonesia akan terjadi hingga Mei 2020. Bertepatan dengan itu, Indonesia dihadapkan pada sejumlah tradisi besar.

Karena bertepatan dengan itu, berlangsung pula bulan suci Ramadan. Pada momen tersebut umat Islam kerap kali menjalani buka buasa bersama, mudik, hingga sungkeman saat hari raya Idul Fitri.

Situasi ini tentu membutuhkan perhatian khusus. Mengingat pada momen tersebut menjadi sarana perkumpulan orang banyak. Dan rata-rata melibatkan kontak langsung, sehingga berpotensi menularkan korona.

Terkait itu, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, pemerintah sudah mulai membahas kondisi ini. Supaya tradisi masyarakat tetap bisa berjalan seperti biasa.

“Kita sekarang ini harus sudah berbicara tentang bagaimana pengumpulan orang saat tarawih, buka bersama, terutama saat mudik lebaran, itu semua sudah mulai dibicarakan,” kata Mahfud kepada wartawan, Rabu (18/3).

Pemerintah pun akan menggelar komunikasi dengan lembaga-lembaga keagamaan, tokoh masyarakat guna membahas ini. Namun, Mahfud belum menjelaskan ihwal bagaimana langkah yang akan ditempuh.

“Keputusan untuk itu belum ditetapkan. Semua komando ada di BNPB yang menginformasikan setiap protokol dan perkembangan tentang pengendalian situasi (korona) itu,” pungkasnya.

Editor: Ra
Sumber: www.jawapos.com




Pilkada Ditunda, DKPP Awasi Anggaran

  • Kamis, 02/04/2020 08:50:56 WIB
  • Dibaca: 2063

Jakarta – Presiden Joko Widodo telah menunjuk Didik Supriyanto menjadi Anggota DKPP melalui Keputusan Preside...