Bentrok, 3 Polisi Tewas Ditembak TNI

Setidaknya 120 ribu personel TNI dan Polri disiagakan untuk pengamanan hari raya Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 dalam Operasi Lilin. Gelar pasukan tidak hanya berlangsung di Jakarta, tapi sejumlah daerah juga serempak menggelar kesiapan. (Photo by CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP)
Setidaknya 120 ribu personel TNI dan Polri disiagakan untuk pengamanan hari raya Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 dalam Operasi Lilin. Gelar pasukan tidak hanya berlangsung di Jakarta, tapi sejumlah daerah juga serempak menggelar kesiapan. (Photo by CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP)
Share

JAKARTA – Sedikitnya tiga personel Polri tewas dan dua lainnya terluka dalam pertikaian dengan anggota TNI di Papua. Pertikaian berujung maut ini dipicu kesalahpahaman sejumlah personel Polres Memberano Raya (Membra) dengan Satgas Pamrahwan Yonif 755/20/3-Kostrad.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal mengatakan para anggota Polri yang menjadi korban bentrokan dengan anggota TNI di Membra telah dievakuasi ke Jayapura.

“Kelima korban termasuk tiga yang tewas dievakuasi dengan pesawat berbeda,” katanya, Minggu (12/4).

Dijelaskan Kamal, Tiga jenazah dievakuasi dengan menggunakan helikopter milik TNI-AD, sedangkan yang luka diangkut menggunakan pesawat milik Semuwa Air.

“Dua lainnya yang juga mengalami luka tembak kondisinya stabil,” terangnya. Kedua anggota yang luka tembak langsung dilarikan ke RS Bhayangkara.

Diceritakan Kamal, bentrokan terjadi di Jalan Pemda I Kampung Kasonaweja Distrik Mamberamo Tengah Kabupaten Mamberamo Raya, Papua, Minggu (12/4) pukul 07.40 WIT. Mulanya, pada Sabtu (11/4), terjadi pertengkaran antara anggota Polres Memberamo dengan Satgas Pamrahwan Yonif 755/20/3-Kostrad.

“Sejatinya, pertengkaran itu sudah disepakati selesai pada Sabtu (11/4) tengah malam. Namun, siapa sangka pertikaian berlanjut keesokan harinya. Akibatnya pertikaian ini personel Polri tewas,” katanya.

Disebutkannya, korban tewas akibat peritiwa tersebut adalah Briptu Marcelino Rumaikewi anggota Sat Reskrim Polres Mamberamo Raya, mengalami luka tembak pada leher bagian kanan; Bripda Yosias Dibangga anggota Sat Sabhara Polres Mamberamo Raya, mengalami luka tembak pada bagian kiri leher; Briptu Alexander Ndun anggota Reskrim Polres Mamberamo Raya, mengalami luka tembak pada paha kiri.

Sementara dua personel Polres Memberamo yang terluka yakni Briptu Lava Titaley anggota Reskrim Polsek Mamteng. Lava mengalami luka tembak di paha kiri. Lainnya yakni Brigpol Robert Marien anggota SPKT mengalami lima luka tembak di punggung

Dikatakannya, pada Minggu siang tim dari Polri dan TNI telah terbang ke Kasonaweja untuk menyelidiki penyebab bentrokan.

Terpisah, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolonel CPL Eko Daryanto membenarkan peristiwa yang melibatkan anggota TNI itu. Dia mengatakan, pihaknya bersama Polda Papua telah membentuk tim investigasi guna mendalami kasus tersebut.

“Sampai dengan keterangan pers ini diterbitkan pihak Kodam XVII/Cenderawasih dan Polda Papua sedang menurunkan Tim Gabungan untuk melakukan penyelidikan di TKP dalam rangka mendapatkan keterangan, fakta-fakta kronologi yang sebenarnya,” kata Eko, Minggu (12/4).

Untuk menentramkan suasana, pihak Polda dan Kodam Papua kemudian meminta jajarannya untuk tidak keluar markas demi mencegah konflik susulan.

Perihal muasal pertikaian aparat ini tidak disebutkan secara jelas. Namun beredar kabar peristiwa keributan dipicu aksi pemukulan oleh anggota Satgas Pamrahman Yonif 755/20/3 terhadap anggota Polres.

Saat dikonfirmasi, Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Polda Papua Kompol Anton Ampang enggan membeberkan keterangan tersebut. Ia meminta awak media menunggu keterangan lanjutan dari pihaknya.

“Ini bukan keterangan Resmi Humas Polda Papua, Pak. Jadi sifatnya masih Lidik. Kalau ada perkembangan pasti kita Release lagi. Makasih,” katanya saat dikonfirmasi FIN, Minggu (12/4). (irf/gw/fin)

Editor: Ra
Sumber: www.fin.co.id




Pilkada Ditunda, DKPP Awasi Anggaran

  • Kamis, 02/04/2020 08:50:56 WIB
  • Dibaca: 2070

Jakarta – Presiden Joko Widodo telah menunjuk Didik Supriyanto menjadi Anggota DKPP melalui Keputusan Preside...