Guru Dituntut Kreatif Agar Siswa Tak Bosan Belajar di Rumah

lustrasi murid Sekolah Kharisma Bangsa mengikuti proses belajar dari rumah di tengah wabah Covid-19. (Dok Sekolah Kharisma Bangsa )
lustrasi murid Sekolah Kharisma Bangsa mengikuti proses belajar dari rumah di tengah wabah Covid-19. (Dok Sekolah Kharisma Bangsa )
Share

Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima ratusan keluhan orang tua terkait proses belajar dari rumah. Banyak orang tua mengatakan bahwa selama proses belajar dari rumah, para guru terlalu banyak memberikan tugas yang akhirnya membuat siswa menjadi jenuh.

Hal ini memang menjadi tantangan sendiri bagi para guru selama proses belajar mengajar dari rumah. Karenanya, guru dituntut kreatif dalam menyajikan materi sehingga siswa tidak bosan.

Sekolah Kharisma Bangsa (SKB) di Tangerang Selatan adalah satu dari sekian banyak sekolah yang menerapkan sistem ini. “Pembelajaran jarak jauh (online classroom, Red) sebenarnya memberikan tantangan tersendiri bagi guru-guru Kharisma Bangsa,’’ kata Kepala SMP Kharisma Bangsa Sandra Susanto Selasa (14/4).

Sandra menuturkan sistem pembelajaran daring tidak boleh mengurangi kualitas dan produktivitas civitas sekolah Kharisma Bangsa. Menurutnya kunci efektifitas dari sistem pembelajaran daring adalah bagaimana guru tetap kreatif menyajikan pembelajaran secara daring. Kemudian juga tetap menyenangkan dan mudah dimengerti siswa. Sehingga siswa tidak menjadi bosan dan tetap produktif belajar dari rumah.

Sandra lantas menjelaskan sejumlah tantangan yang dihadapi guru dalam pelaksanaan belajar dari rumah. Di antaranya adalah kemampuan presentasi guru secara daring melalui sejumlah aplikasi dengan cara yang menarik sehingga tidak membuat siswa bosan. Guru juga ditantang untuk mampu menyatukan persepsi dan konsentrasi anak didik yang berada dalam kondisi saing berjauhan.

Sandra juga menuturkan pada masa wabah seperti ini, guru dianjurkan tetap menyampaikan pesan kepada murid untuk menjadi anak-anak yang tangguh dan terus bersemangat dalam belajar. Guru juga ditantang untuk bisa mendorong kolaborasi antara orang tua dan pihak sekolah.

Lain halnya dengan SD Kharisma Bangsa. Mereka membuat proyek bersama berupa lagu berisi pesan untuk mengurangi potensi penyebaran Covid-19. Nantinya anak-anak akan menyanyikan bersama-sama lagu tersebut. ’’Semoga ini bisa menginspirasi dan memberikan pengalaman positif untuk anak-anak di masa pandemi Covid-19,’’ jelas Kepala SD Kharisma Bangsa Zubaidah.

Editor: Ra
Sumber: www.jawapos.com




Pilkada Ditunda, DKPP Awasi Anggaran

  • Kamis, 02/04/2020 08:50:56 WIB
  • Dibaca: 2060

Jakarta – Presiden Joko Widodo telah menunjuk Didik Supriyanto menjadi Anggota DKPP melalui Keputusan Preside...