Ibadah Haji Kemungkinan Digelar Terbatas

FOTO: DOK TERDAMPAK CORONA: Jemaah melakukan Tawaf al-Ifada, pada puncak peziarahan haji tahunan di Masjidil Haram di kota suci Mekkah, Arab Saudi. Merebaknya Virus Corona, berdampak pada penghentian sementara ibadah Umrah, dan ini pun dikhawatirkan menghalangi tahapan ibadah Haji musim 2020.
FOTO: DOK TERDAMPAK CORONA: Jemaah melakukan Tawaf al-Ifada, pada puncak peziarahan haji tahunan di Masjidil Haram di kota suci Mekkah, Arab Saudi. Merebaknya Virus Corona, berdampak pada penghentian sementara ibadah Umrah, dan ini pun dikhawatirkan menghalangi tahapan ibadah Haji musim 2020.
Share

Jakarta – Pemerintah Arab Saudi kemungkinan akan tetap menggelar ibadah haji tahun ini, dengan jumlah jemaah yang terbatas.

Hal itu disampaikan oleh dua sumber yang mengikuti perkembangan masalah ini kepada Reuters. Kedua sumber mengatakan, bahwa otoritas mempertimbangkan pelaksanaan haji dengan jumlah jemaah sangat terbatas.

Bagian dari pembatasan tersebut antara lain tidak menyertakan jemaah lanjut usia. Selain itu pengecekan kesehatan akan dilakukan dengan ketat.

Menurut salah satu sumber, dengan prosedur ketat, otoritas kemungkinan memberikan kuota hanya 20 persen dari total jemaah reguler di setiap negara.

Namun ada pula desakan dari internal otoritas Saudi untuk membatalkan pelaksanaan haji tahun ini yang seharusnya berlangsung pada akhir Juli.

Kantor media pemerintah serta kementerian haji dan umrah Arab Saudi enggan mengomentari laporan Reuters.

Setiap tahun pelaksanaan haji diikuti 2,6 juta jemaah dari dalam negeri maupun seluruh dunia. Data resmi menunjukkan pelaksanaan haji dan umrah memberikan pemasukan bagi Saudi sebesar 12 miliar dolar AS atau sekitar Rp164 triliun setiap tahun.

Namun pelaksanaa umrah dihentikan sementara sejak Maret sampai batas waktu yang belum ditentukan. Puncak terpadat pelaksanaan umrah biasanya terjadi saat Ramadan yang berlangsung April hingga Mei lalu.

Pada 2019, Makkah dipadati sekitar 19 juta jemaah umrah dan 2,6 juta jemaah haji. Jumlah itu sudah termasuk jemaah asal Saudi serta pemukim tetap.

Sementara itu, Arab Saudi mencatat rekor penambahan harian tertinggi kasus virus corona pada Senin (8/6/2020). Ada 3.369 penderita Covid-19 baru di negara itu.

Ini merupakan 3 hari berturut-turut penambahan harian kasus virus corona di Saudi menembus angka 3.000 orang. Pada Sabtu ada penambahan 3.121 dan Minggu 3.045 penderita.

Dengan penambahan terbaru ini, jumlah total kasus corona di Saudi menjadi 105.283 penderita.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Arab Saudi Muhammad Al Abdel Ali, seperti dikutip dari Saudi Press Agency (SPA), Selasa (9/6/2020), juga mengonfirmasi penambahan 34 korban meninggal akibat Covid-19, sehingga totalnya menjadi 746.

Selain itu Ali juga mengumumkan lonjakan pasien sembuh yakni 1.707 orang. Dengan demikia total pasien Covid-19 yang sembuh mencapai 74.524 orang.

Riyadh merupakan kota dengan jumlah penambahan kasus tertinggi yakni 746 orang, disusul Jeddah 577 orang, dan Makkah 376 orang. Sementara itu di Madinah tercatat penambahan 124 kasus.

Terkait lonjakan kasus ini, Saudi menutup 71 masjid di beberapa kota untuk didisinfeksi. Otoritas mendapati 19 kasus baru melibatkan jemaah dan pengelola masjid. (der/rts/fin)

Editor: Ra
Sumber: fin.co.id




Jelang Pilkada, KPU Kabupaten Batangari Lakukan Sosialisasi Bersama Pers Batanghari

  • Jumat, 03/07/2020 13:29:45 WIB
  • Dibaca: 1017

BATANGHARI - Mendekati pelaksanaan pilkada Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Batanghari giat lakukan sosialisasi peru...