Unik, Ada Masker Kain Bercita Rasa Indonesia yang Bisa Dibolak-Balik

Darius Sinathrya dan Donna Agnesia mengenakan masker dari Ferry Sunarto. (Istimewa)
Darius Sinathrya dan Donna Agnesia mengenakan masker dari Ferry Sunarto. (Istimewa)
Share

Masa pandemi Covid-19 membuat para desainer terus berkreasi menciptakan masker yang tak hanya nyaman tapi juga modis. Selain masker 3 lapis, ternyata kini juga tersedia masker kain yang bisa dipakai bolak-balik. Seperti yang dilakukan Desainer Ferry Sunarto.

“Pandemi ini mempengaruhi semua lini usaha. Tetapi kita tidak boleh patah semangat. Dalam situasi ini tetap ada peluang untuk mengembangkan bisnis dan tangan-tangan terampil di rumah produksi kita masih bisa bekerja. Dengan kekompakan dan kreativitas, kita bisa menghasilkan sesuatu yang di luar dugaan,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Minggu (14/6).

Desainer asal Bandung ini membuat masker reversible atau bisa digunakan bolak-balik yang terinspirasi dari kegiatan social distancing selama pandemi Covid-19. Inspirasi tersebut dituangkan dalam desain masker dengan potongan bahan yang terbagi menjadi beberapa bagian yang berjarak, namun dipadukan dengan komposisi teknik jahit khusus. Ferry merancang dua koleksi masker kain dengan mengangkat identitas Indonesia.

Koleksi pertama adalah masker kain berwarna merah putih dengan logo Burung Garuda yang melambangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk mengingatkan kita agar lebih mencintai Indonesia. Tersedia dua pilihan warna logo, yaitu merah dan emas. Khusus warna emas untuk kalangan terbatas.

Koleksi kedua adalah masker kain dengan menggunakan keindahan wastra Nusantara yang telah diakui oleh dunia, yaitu kain batik dalam beragam pilihan motif, mulai dari klasik hingga kontemporer. Kain batik yang digunakan merupakan hasil kerjasama dengan generasi penerus Ondomohen Batik, brand batik Jawa Timur yang berkualitas dan telah berdiri sejak tahun 1952.

“Indonesia kaya akan budaya. Batik sebagai warisan budaya Indonesia yang telah mendapatkan apresiasi dunia harus kita kembangkan bukan hanya sebagai busana, melainkan bermacam produk pendukung fashion, seperti masker,” papar Ferry.

Ferry pun bersama Ondomohen Batik berkomitmen untuk mendonasikan sebagian hasil penjualan masker kepada pihak yang sangat membutuhkan berupa sembako dan kebutuhan lainnya.
Aksi kemanusiaan juga telah dilakukan Ferry dengan membuat Alat Pelindung Diri (APD) serta mengalang donasi untuk kebutuhan tenaga medis. Sekitar 30 ribu APD telah disalurkan ke sejumlah rumah sakit di Jakarta dan Bandung yang menangani Covid-19.

Terinspirasi pula oleh pandemi global ini, Ferry terus berinovasi dengan segera meluncurkan sebuah label ‘Pandemio x ferrysunarto’, yang ditujukan untuk kaum urban modern yang sangat mengerti pentingnya menjaga kesehatan dalam memasuki era new normal. Koleksi ini terdiri dari masker, jaket, dan topi yang akan dirancang fashionable dengan harga yang terjangkau. Serta menggunakan bahan kreasi tekstil Jawa Barat yang memenuhi standar kesehatan, seperti bahan antibakteri dan tahan air.

“Semoga masyarakat semakin meningkatkan kesadaran untuk menjalani anjuran Pemerintah agar selalu memakai masker di tempat umum, menjaga jarak, dan mencuci tangan, untuk menjaga kesehatan kita,” jelasnya.

Editor: Ra
Sumber: www.jawapos.com




Jelang Pilkada, KPU Kabupaten Batangari Lakukan Sosialisasi Bersama Pers Batanghari

  • Jumat, 03/07/2020 13:29:45 WIB
  • Dibaca: 520

BATANGHARI - Mendekati pelaksanaan pilkada Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Batanghari giat lakukan sosialisasi peru...