Beijing Geger, Virus Terdeteksi dari Talenan Pengolah Salmon

Dua petugas medis berjalan di area pusat perbelanjaan Xinfadi di Kota Beijing, Minggu (14/6). (Foto: Greg Baker/Afp)
Dua petugas medis berjalan di area pusat perbelanjaan Xinfadi di Kota Beijing, Minggu (14/6). (Foto: Greg Baker/Afp)
Share

Beijing – Cina melaporkan 57 kasus baru Virus Corona (Covid-19) Minggu (14/6). Angka harian ini tertinggi sejak April. Kekhawatiran pun terus menghantui pemerintah setempat, terhadap wabah mematikan itu.

Ya, otoritas Cina sebagian besar telah dikendalikan di bawah penguncian ketat (Lockdown) setelah sebelumnya diberlakukan pada awal tahun ini.

Sumber yang didapat wabah merangsek masuk ke kawasan pusat perbelanjaan pusat keramaian atau pasar-pasar daging dan sayuran di Beijing Selatan.

Komisi Kesehatan Nasional (NHC) menyebut 36 dari kasus baru adalah infeksi domestik di ibukota.

Dua infeksi rumah tangga lainnya yang dilaporkan berada di timur laut Provinsi Liaoning, dan pejabat kesehatan setempat telah memberikan peringatan.

Peringatan itu dibunyikan setelah NHC mengkonfirmasi kasus pertama di Beijing selama dua bulan. Sebagian aktivitas yang dilakukan pejabat kota setempat ditunda, termasuk belajar-mengajar sejumlah sekolah dasar.

Beberapa kasus baru dikaitkan dengan pasar grosir Xinfadi, dan lebih banyak kasus yang terkait dengan pasar muncul pada hari Sabtu setelah pengujian yang lebih luas.

Pasar ditutup dan ratusan petugas polisi diperbanyak. Mereka mengenakan masker dan sarung tangan. Selain polisi, tentara setempat pun kembali di kerahkan untuk menahan laju kendaraan dan masyarakat berlalu-lalang.

Gugus Covid-19 negara setempat telah mengkonfrirmasi hal ini dan tetap mendorong Lockdown.

Kondisi yang ada pun menimbulkan kepanikan. Pasokan makanan di sejumlah supermarket mulai ludes menjelang penutupan akses.

Media yang dikelola pemerintah melaporkan bahwa virus itu terdeteksi pada talenan yang digunakan untuk menangani salmon impor, dan bahwa rantai supermarket besar telah menghilangkan stok salmon.

Pihak berwenang Beijing memerintahkan inspeksi keamanan makanan di seluruh kota yang berfokus pada daging segar dan beku, unggas dan ikan di supermarket, gudang, dan layanan katering.

Seorang pedagang bermarga Sun, menjual tomat dan ceri di pasar makanan lokal di pusat kota Beijing, mengatakan kondisi pembeli mulai sedikit dari hari-hari sebelumnya.

”Orang-orang ketakutan. Penjual daging harus tutup. Penyakit ini benar-benar menakutkan,” ungkapnya.

Meskipun pasar Xinfadi menyumbang banyak suplai makanan ibukota, Sun mengatakan tidak terpengaruh. Karena dia mendapatkan hasil langsung dari petani.

”Bisnis pijakan saya. Aku tidak terlalu takut dengan wabah baru ini,” terang seorang penjual buah dan sayur bermarga Liu kepada AFP.

Sementara itu seorang pembelanja berusia 32 tahun, Song Weiming mengatakan selama kita mengenakan masker, itu akan baik-baik saja.

”Bagaimanapun, saya harus membeli makanan, bukan. Aktivitas harus berjalan, jangan takut ketika menggunakan protokol kesehatan,” timpalnya.

Untuk diketahui Pemerintah kota setempat telah menutup sembilan sekolah dan taman kanak-kanak di dekat Xinfadi, sementara acara olahraga, makan bersama dan kelompok wisata lintas provinsi juga dihentikan dalam upaya untuk membasmi gugus terbaru ini. (fin/ful)

Penulis: ful
Editor: Ra
Sumber: fin.co.id




Prabowo Jadi Ketua Umum Gerindra Lagi

  • Minggu, 09/08/2020 12:14:21 WIB
  • Dibaca: 434

BOGOR- Partai Gerindra kembali memilih Prabowo Subianto menjadi ketua umum untuk periode 2020-2025. Keputusan itu ...