Orang yang Sering Kena Flu Bisa Terhindar dari Covid-19 yang Parah

Ilustrasi orang yang terkena flu. Para ilmuwan menemukan bukti bahwa orang yang terserang flu biasa beberapa kali sebelumnya, memiliki perlindungan terhadap Covid-19 yang parah (Pixabay)
Ilustrasi orang yang terkena flu. Para ilmuwan menemukan bukti bahwa orang yang terserang flu biasa beberapa kali sebelumnya, memiliki perlindungan terhadap Covid-19 yang parah (Pixabay)
Share

jektv.co.id - Dilihat dari gejalanya memang ada kemiripan antara flu biasa dengan Covid-19 pada tahap-tahap awal. Misalnya demam, batuk, dan pilek. Studi terbaru mengaitkan riwayat seseorang yang sering berulang terkena flu biasa, bisa lebih kuat menghadapi serangan virus Korona.

Dilansir dari Science Times, Rabu (1/7), sebuah studi terbaru, para ilmuwan menemukan bukti bahwa orang yang terserang flu biasa beberapa kali sebelumnya, memiliki perlindungan terhadap Covid-19 yang parah. Studi yang dipimpin oleh para peneliti Jerman juga berfokus pada jenis kekebalan lain selain antibodi. Yaitu mereka menemukan bahwa kekebalan sel T muncul lebih umum di antara pasien yang terinfeksi.

Studi ini juga mengklaim bahwa 8 dari 10 orang yang tidak terinfeksi dengan virus Korona memiliki tingkat perlindungan karena memiliki riwayat pilek atau flu dengan episode berulang di masa lalu. Para penulis penelitian juga menemukan bahwa pasien Covid-19 dengan gejala ringan telah mengembangkan respons imun aktif, walaupun mereka tampaknya tidak memiliki respons antibodi yang kuat.

Masih belum jelas apakah individu dapat terinfeksi virus Korona dua kali. Para peneliti mengatakan bahwa kekebalan sel T mungkin tidak mencegah infeksi ulang, tetapi dapat mengurangi keparahan gejala jika tertular lagi.

Temuan penelitian ini dipublikasikan di situs Research Square. Selanjutnya, makalah ini belum dianalisis oleh ilmuwan independen lainnya sebelum dipublikasikan dalam jurnal medis.

Para ilmuwan dari Rumah Sakit Universitas Tubingen di Jerman menganalisis sampel darah sebanyak 365 orang. Dari total itu, 180 terinfeksi Covid-19, sedangkan 185 tidak.

Ketika para ilmuwan meneliti darah pada SARS-CoV-2, mereka menemukan bahwa orang yang menderita penyakit tersebut telah menghasilkan respons kekebalan yang paling substansial. Para peneliti berspekulasi bahwa reaksi kekebalan ini mungkin disebabkan oleh penyakit sebelumnya yang melibatkan virus Korona flu biasa seperti OC43, 229E, NL63, dan HKU1. Akibatnya, sistem kekebalan tubuh mereka bereaksi silang terhadap virus SARS-CoV-2.

Sel T menyebabkan reaksi yang terlihat dalam percobaan mereka. Sel-sel itu adalah sejenis sel darah putih yang menghasilkan perlindungan jangka panjang dari infeksi parah. Meski memberikan perlindungan jangka panjang, Sel T agak lebih lambat dari antibodi.

Tim peneliti mengatakan bahwa korelasi antara kekebalan sel T dan Covid-19 layak untuk dilakukan penelitian lebih lanjut dan yang lebih ilmiah. Mereka sekarang bersiap untuk memulai uji vaksin pada manusia.

Gejala Coronavirus dan Flu Biasa

Menurut Intermountain Healthcare, empat jenis virus Korona lainnya adalah virus biasa. Dan, biasanya hanya menimbulkan gejala ringan. Salah satu gejala ini termasuk flu biasa.

Covid-19 biasanya menimbulkan gejala demam, menggigil, batuk kering, sulit bernapas, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan kelelahan. Di sisi lain, flu biasa seperti pilek atau hidung tersumbat, bersin, dan mata berair.

Para ahli mengatakan bahwa sebagian besar gejala pilek sebenarnya bukan disebabkan oleh infeksi itu sendiri. Mereka sebenarnya disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang berusaha melawan virus yang masuk ke tubuh.

Dokter mengatakan virus flu akan hilang dengan sendirinya jika tubuh diberikan waktu untuk melawannya. Selain itu, peneliti mengatakan bahwa sistem kekebalan adalah pertahanan terbesar melawan flu biasa.

Editor: Ra
Sumber: www.jawapos.com




Pilkada Harus Aman Covid-19

  • Kamis, 06/08/2020 07:25:57 WIB
  • Dibaca: 884

JAKARTA – Pelaksanaan Pilkada Serentak akan digelar pada 9 Desember 2020 m mendatang. Semua persiapan terus d...