Siap Produksi Massal Kalung Anti Corona

Foto : Iwan tri wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK : Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo memberikan keterangan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (5/11/2019).
Foto : Iwan tri wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK : Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo memberikan keterangan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (5/11/2019).
Share

JAKARTA– Pemerintah melalui Kementerian Pertanian akan memproduksi kalung anti virus corona. Kalung itu berbahan dasar eucalyptus atau dikenal dengan nama kayu putih. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, ramuan anti virus itu merupakan riset dari laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.”Ini antivirus hasil Balitbangtan, eucalyptus, pohon kayu putih. Bulan depan ini sudah dicetak, diperbanyak,” kata Syahrul usai bertemu Menteri PUPR di Kantornya Jakarta, Sabtu (4/7).

Dia mengatakan, dari hasil pengembangan terdapat satu jenis kayu putih yang diklaim ampuh membunuh virus corona. Dijelaskan bahwa ramuan anti virus itu telah melalui uji coba dan berhasil membunuh covid-19.  “Dari 700 jenis, satu yang bisa mematikan corona hasil lab kita. Dan hasil lab ini untuk antivirus. Dan kita yakin. Ini sudah dicoba. Jadi ini bisa membunuh,” jelas Syahrul Yasin Limpo.

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini memaparkan, ramuan ini bisa membunuh 42 persen corona di tubuh jika dipakai selama 15 menit. Sementara jika dipakai selama 30 menit maka ramuan tersebut bisa membunuh 80 persen virus corona. Rencananya, kalung anti virus ini akan diproduksi massal pada Agustus 2020.  “Ini ada roll-nya. Kalau kita kena iris pisau, berdarah, kasih ini bisa tertutup lukanya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balitbang Kementan, Fajry Jufri menjelaskan, bahwa temuan tersebut merupakan pengembangan dari beberapa tanaman herbal dari jamu-jamuan, seperti temulawak, jahe, jambu biji, dan minyak atsiri. “Kemudian setelah dilakukan uji efektivitas bahan aktif yang terkandung di dalamnya, selanjutnya adalah membawa hasil penelitian ke laboratorium. Baru setelahnya inovasi ini bisa dikatakan sebagai produk kekebalan tubuh dan tahan terhadap paparan virus corona.” jelas Fajry Jufri.

Fajry mengatakan, pihaknya telah melakukan uji coba kepada beberapa pasien yang positif corona di lingkungan Kementerian Pertanian dan hasilnya memuaskan. “Kami sudah berikan ke 20 orang, kebetulan ada staf Kementan positif covid-19 dan hasil testimoni dari 20 orang itu sudah diberikan inhalasi dan roll on merespons positif, proses pernapasan semakin bagus dan arah kesembuhan semakin bagus,” ungkapnya

Manfaat dari kayu putih ini juga bisa melegakan saluran pernapasan, kemudian menghilangkan lendir, pengusir serangga, disinfektan luka, penghilang nyeri mengurangi mual, dan mencegah penyakit mulut. Meski demikian, Fajry mengatakan pihaknya masih menunggu untuk bisa didistribusikan secara luas. “Dalam waktu dekat kita akan kembangkan secara luas sesuai arahan dan Presiden dan Menteri Pertanian,” tutupnya. (dal/fin)

Penulis: dal
Editor: Ra
Sumber: fin.co.id




Pilkada Harus Aman Covid-19

  • Kamis, 06/08/2020 07:25:57 WIB
  • Dibaca: 886

JAKARTA – Pelaksanaan Pilkada Serentak akan digelar pada 9 Desember 2020 m mendatang. Semua persiapan terus d...