Lahan Sawit Mulai Terbakar

Illustrasi
Share

JAMBI – Musim panas yang terjadi selama beberapa pekan ini mulai mendatangkan dampak negatif bagi masyarakat.

Jumat kemarin (3/7), Karhutla terjadi di wilayah Kabupaten Muaro Jambi. Kepulan asap terlihat jelas membumbung tinggi. Dari informasi yang didapat, Karhutla kali ini terjadi di wilayah Kecamatan Kumpeh.

Kepala BPBD Kabupaten Muaro Jambi, A. Zakir membenarkan adanya kebakaran yang terjadi. Kebakaran diketahui terjadi di Kecamatan Kumpe Ulu.

“Iya, kebakaran tersebut terjadi di Kecamatan Kumpe Ulu, lahan yang terbakar adalah lahan kebun sawit milik masyarakat setempat, dan Alhamdulillah api sudah dijinakkan oleh petugas dari BPBD kabupaten Muarojambi bersama petugas dari PT EWF pada Jumat (3/7) pukul 18.00 wib,” jawab Zakir 

Belum diketahui asal api yang membakar lahan tersebut, namun sejauh ini diketahui lahan yang terbakar sekitar 3 Hektar.

“Saat ini (kemarin malam red) kami baru pulang dari lokasi, yang terbakar lahan sawit, luas yang terbakar diperkirakan sekitar 3 Hektar,” imbuh Zakir.

Zakir juga menyampaikan api sudah dapat dikendalikan oleh petugas dari BPBD Muarojambi bersama karyawan dari PT. EWF yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

“Petugas kita dibantu oleh karyawan perusahaan, kurang lebih 100 orang yang ikut menangani karhutla tadi, dan juga alat-alat pemadam dibantu oleh pihak perusahaan EWF, mereka memiliki alat yang lengkap,” jelasnya.

BPBD juga mengimbau kepada masyarakat dan pihak perusahaan di kabupaten Muarojambi, untuk dapat antisipasi agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan.

“Sekarang memasuki musim kemarau, semua masyarakat dan pihak perusahaan agar tetap waspada agar tidak muncul titik api seperti dilahan gambut, karena lahan gambut sangat rawan terjadi kebakaran saat musim kemarau ini,” pungkasnya.

Di bagian lain, status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sudah ditetapkan selama tiga bulan kedepan untuk Provinsi Jambi. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Jambi Fachrori Umar.

Saat dikonfirmasi Gubernur Jambi Fachrori Umar mengatakan, Pemprov Jambi telah mengeluarkan Surat Keputusan Gubernur Jambi Nomor 0532/Kep.Gub/BPBD-3/2020 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Jambi Tahun 2020.

“Status siaga darurat ini berlangsung selama 90 hari, tepatnya dari 29 Juni sampai 26 September 2020,” akunya.

Selanjutnya, Fachrori menjelaskan, dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam penanggulangan Karhutla di Provinsi Jambi Tahun 2020, terdiri dari beberapa bagian. Seperti 1 SSY (360) orang prajurit TNI, 1.427 orang prajurit Polri, 285 orang personil Manggala Agni, 172 orang Brigdal karhutla di setiap UPTD dan UPTD Tahura, 398 orang TRC BPBD se Provinsi Jambi, 300 orang Masyarakat Peduli Api, 475 orang Masyarakat Destana Bentukan BNPB/BPBD (19 desa), serta personil dari perusahaan di bidang kehutanan/perkebunan 771 orang regu inti dan 1.556 regu bantuan.

“Total seluruhnya 5.744 orang,” ungkapnya.

Fachrori menambahkan, terdapat 258 desa rawan bencana Karhutla Provinsi Jambi berdasarkan kejadian karhutla tahun 2015–2019, yang tersebar di Kabupaten Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Batang Hari, Sarolangun, Merangin, Tebo, dan Bungo.

Orang nomor 1 di Pemprov Jambi ini menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi siap bersinergi dengan TNI dan Polri, Pemerintah Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi, serta dengan seluruh instansi terkait dan pemangku kepentingan untuk mencegah dan mengendalikan karhutla di Provinsi Jambi.

Ditambahkan Pj Sekda Provinsi Jambi Sudirman, bahwa benar status siaga darurat karhutla sudah di ajukan ke BNPB. Namun untuk bantuan dana bencanan Sudirman mengaku belum sampai kesana. “Baru penetapan status baru keluar, usulan dari kita berapa dana bantuan belum, penetapan status baru setelah itu baru ditindaklanjuti tahapan selanjutnya,” pungkasnya. (aba)

Editor: Ra