Kenali Gejala Kolesterol dari Kaki

Illustrasi
Share

jektv.co.id - Gejala kolesterol tinggi bisa diketahui dari kaki. Gejalanya adalah muncul rasa pegal, kram, dan lemah. Pada dasarnya, kolesterol diperlukan tubuh guna mendukung proses metabolisme. Namun, saat kadarnya berlebihan, kolesterol akan menimbulkan sederet penyakit berbahaya. Faktor utama yang memicu peningkatan kolesterol dalam darah, salah satunya adalah gaya hidup yang tidak sehat.

Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo (RSWS), dr M Tasfir Mansyur SpPD mengutarakan, kolesterol tinggi penyebab munculnya berbagai penyakit. “Jadi petanda di bagian tubuh itu, karena sudah ada penyakit, antara lain serangan jantung, strok, dan penyakit arteri perifer (PAD). Atau disimpulkan bahwa, kolesterol yang tinggi tidak memiliki gejala, yang memberikan gejala adalah penyakit yang diakibatkan oleh kadar kolesterol tinggi tersebut,” ujarnya kepada FAJAR, Jumat, 24 Juli.

Tasfir menyebutkan, pada serangan jantung yang nyeri adalah dada. Pada strok yang nyeri adalah kepala, sementarapenyakit arteri perifer yang nyeri adalah kaki. Dan tentunya, penyakit tersebut disertai dengan keluhan spesifik lainnya masing-masing.

Spesifiknya,PAD adalah kondisi di mana terjadi sumbatan pada saluran pembuluh darah di kaki. Sehingga selalu terasa nyeri dan lemah di kaki. Oleh karena itu, dibutuhkan kesadaran untuk mengontrol kadar kolesterol. Hindari makan makanan yang tinggi kolesterol dengan kadar asam lemak jenuh yang tinggi seperti daging berlemak, keju, dan margarin.

Lakukan olahraga yang rutin dan teratur, seperti lari, minimal 30 menit setiap hari, lima kali dalam seminggu. “Dan jika usaha-usaha tersebut sudah dilakukan namun kadar kolesterol tetap tinggi, maka sudah perlu mengkonsumsi obat penurun kolesterol,” ucapnya.

Terpisah, Spesialis Ortopedi RS Awal Bros, Dr dr Muhammad Sakti SpOT(K) menambahkan, pegal pada betis dan paha bisa dari akibat peningkatan kolesterol. Di mana kolesterol tersebut membuat sumbatan (plaque) pada pembuluh darah di daerah paha atau betis. “Dari hal itu menyebabkan rasa kram, pegal, dan lemah pada daerah otot tersebut,” jelasnya.

Kondisi ini biasa disebut cladication intermittent, yaitu sumbatan pada pembuluh darah. Dari hal itu darah yang harus membawa oksigen ke otot tidak terjadi dan menyebabkan rasa sakit di bagian kaki.(sal/dni)

Penulis: (sal/dni)
Editor: Ra
Sumber: fin.co.id




Cerah, Harapan Ratu Munawaroh Untuk Generasi Milenial

  • Rabu, 07/10/2020 17:04:05 WIB
  • Dibaca: 2416

JAMBI - Masa pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak bulan februari lalu tidak hanya dirasakan di Jambi, tapi juga di In...