Viralnya Aglaonema Di Masyarakat

Viralnya Aglaonema Di Masyarakat
Viralnya Aglaonema Di Masyarakat
Share

Jambi - Belakangan ini depot bunga di Jambi tengah ramainya dikunjungi masyarakat. Khususnya semenjak pandemi covid-19 mulai masuk di Indonesia yang mengharuskan masyarakat untuk terus berada di rumah. Kegiatan yang marak dilakukan masyarakat sebab di rumah saja adalah dengan melakukan kegiatan menanam bunga atau membuat taman hijau di rumah.

Ahmad Yani (34), pria berperawakan sedang ini merupakan pemilik usaha depot bunga yang berada di Kota Baru Jambi. Depot bunga miliknya dikenal dengan nama depot bunga hias Pinang Merah. Depot bunga miliknya tersebut buka setiap hari dari pukul 05.30 pagi hingga 18.00 sore hari.

Dengan luas lahan sekitar 7 tumbuk atau 700 meter persegi, tersedia kurang lebih 200 jenis tanaman. Diantaranya ada tanaman hias bonsai dan aglaonema. Ia menuturkan bahwa jenis tanaman yang laris dibeli masyarakat Jambi adalah aglaonema/sri rejeki atau tanaman keladi-keladian. Kisaran harga tanaman aglaonema ditempatnya tersebut ialah Rp. 30.000 – Rp. 500.000, tergantung dari jenis aglaonema yang akan dibeli.

Perawatan dari tanaman tersebut tidaklah sulit, sehingga banyak diminati pembeli. Cukup rutin memberi pupuk selama 2 minggu atau 1 bulan sekali. Pupuk yang digunakan pun adalah jenis pupuk NPK. Tanaman aglaonema yang ada di depot bunga pak Ahmad biasanya merupakan tanaman yang dikirim dari Medan dan Bogor. Tidak jauh berbeda dengan depot bunga milik pak Ahmad.

Di depot bunga lainnya, Mahmudin (22) selaku karyawan yang bekerja di depot bunga Sami Aji yang berada di Jl. Kapt Pattimura Jambi dengan lahan seluas kurang lebih 500 meter persegi tersebut, terdapat sekitar 50-100 jenis tanaman. Ia menyatakan bahwa tanaman hias berjenis aglaonema tengah banyak dicari dan dibeli, mulai dari jenis aglaonema red anjamani hingga aglaonema pride of sumatera. Dan stok ketersediaan aglaonema sendiri masih cukup banyak di depot bunga tersebut.

"Mengenai perawatan dari tanaman tersebut, ialah dengan tetap menjaga dan mengatur intensitas cahaya yang dibutuhkan. Sebab tanaman aglaonema diletakkan pada tempat yang teduh, tidak terkena cahaya matahari secara langsung."Ucap Mahmudin.

Dari kedua depot bunga tersebut, para pelaku usaha menyampaikan bahwa adanya peningkatan dalam penjualan tanaman hias berjenis aglaonema. Yang kemudian turut menaikkan tarif harga aglaonema menjadi sedikit meningkat dari biasanya. Peningkatan ini terjadi semenjak awal Juli di tahun 2020 ini. Terkait pandemi covid yang masih ada, membuat para pecinta tanaman hias ataupun pemula yang hendak mengkoleksi tanaman aglaonema menjadi ramai di kalangan masyarakat upaya mengisi kegiatan selama di rumah saja.

Penulis: Rks
Editor: Ra




Tim Optimis CE Menang Dalam Pilkada Berdasarkan Hasil Survei

  • Sabtu, 28/11/2020 12:22:24 WIB
  • Dibaca: 481

BUNGO - Pemilihan kepala daerah ( pilkada) sudah tinggal hitungan hari saja, dukungan kepada calon gubernur jambi Cek En...