Minta Polisi Tak Beri Izin Reuni 212, Barikade 98 Sampai Sebut Kelompok Radikal dan Sok Jagoan

Illustrasi
Share

JAKARTA – Salah satu deklarator Barikade 98, Aznil Tan angkat bicara terkait Reuni 212 yang akan digelar pada 2 Desember 2020 mendatang.

Aznil menghimbau pihak kepolisian untuk tidak menguarkan izin terhadap acara ormas Habib Rizieq Shihab itu.

Pasalnya, kerumunan itu dikhawatirkan menimbulkan kluster baru penularan virus asal kota Wuhan itu (Covid-19.

Demikian disampaikan mantan aktivis 98 itu kepada PojokSatu.id, di Jakarta, Rabu (18/11/2020).

“Saya meminta aparat penegak hukum tidak memberikan izin acara reuni PA 212 di Monas, jangan mau diatur-atur oleh kelompok radikal,” tegasnya.

Aznil juga meminta pihak kepolisian untuk tidak diatur-atur oleh kelompok yang sok jagoan.

Sebab, negara Indonesia merupakan negara hukum.

“Negara ini adalah negara hukum. Negara tidak boleh lemah dihadapan sekelompok orang yang sok jagoan di Republik ini,” tandasnya.

Sebelumnya, pengajuan izin penggunaan Monumen Nasional (Monas) untuk Reuni 212 pada 2 Desember 2020 mendatang ditolak.

Keputusan tersebut bahkan sudah disampaikan pengelola Monas kepada Ketua Umum Dewan Tanfidzi Nasional Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) pada Jumat (13/11) lalu.

Kepala Unit Pengelola Kawasan Monumen Nasional, Muhammad Isa Sarnuri mengatakan, penolakan tersebut mengikuti arahan Gubernur DKI Jakata Anies Baswedan.

Bahwa, kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan di tengah pandemi Covid-19 dilarang.

“Sesuai arahan Gubernur Jakarta masih dalam kondisi wabah dan guna mengendalikan penyebaran Covid-19, sehingga kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa dan membuat kerumunan dilarang,” kata Isa, Selasa (17/11).

Penutupan Monas, sambungnya, sudah dilakukan sejak 14 Maret 2020.

Sejak saat iitu, kawasan Monas sudah ditutup untuk umum dan tidak ada kegiatan publik yang berlangsung di Monas.

Peniadaan kegiatan di Monas bertujuan untuk mencegah penularan Covid-19 di tengah pandemi saat ini.

“Penutupan Monas dan peniadaan semua kegiatan publik apapun sebagai bagian dari usaha Pemprov DKI untuk mencegah penularan di masa wabah Covid-19,” ujar Isa.

Atas alasan tersebut, pihaknya menolak pengajuan izin penggunaan Monas oleh panitia Reuni 212.

“Memperhatikan butir di atas, maka permohonan izin penggunaan Monas yang Bapak (Ketua Umum Dewan Tanfidzi Nasional Persaudaraan Alumni 212) ajukan tidak bisa dipenuhi,” tandasnya.

Sementara, Kabiro Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono memastikan, Polri tidak akan memberikan izin keramaian acara Reuni 212 yang akan digelar pada 2 Desember 2020.

Dalam menghadapi pandemi Covid-19, kata Awi, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis telah dua kali mengeluarkan Maklumat Kapolri.

Yakni maklumat pertama tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran Covid-19 tertanggal 19 Maret 2020.

Dan maklumat kedua tentang kepatuhan terhadap protokol kesehatan dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 tertanggal 21 September 2020.

“Kami tidak mengizinkan. Kami tidak mengeluarkan izin keramaian,” tegas Awi, Selasa (17/11).

Sumber: www.fajar.co.id





Tim Optimis CE Menang Dalam Pilkada Berdasarkan Hasil Survei

  • Sabtu, 28/11/2020 12:22:24 WIB
  • Dibaca: 527

BUNGO - Pemilihan kepala daerah ( pilkada) sudah tinggal hitungan hari saja, dukungan kepada calon gubernur jambi Cek En...