SKK Migas - PetroChina Sukses Gelar Webinar “Vaksinasi Aman Masyarakat Sehat”

SKK Migas - PetroChina Sukses Gelar Webinar “Vaksinasi Aman Masyarakat Sehat”
SKK Migas - PetroChina Sukses Gelar Webinar “Vaksinasi Aman Masyarakat Sehat”
Share

KOTA JAMBI-Setelah menggelar beragam webinar di tengah pandemi Covid-19, kali ini SKK Migas - PetroChina International Jabung Ltd. mengadakan Webinar Series#1 "Vaksinasi Aman Masyarakat Sehat."

Dengan mengangkat topik "Kupas Tuntas Vaksinasi Covid-19 untuk Indonesia Sehat,” webinar dilaksanakan pada Rabu 24 Februari 2021, pukul 09.00 WIB. Para peserta mengikuti melalui link Youtube: https://youtu.be/-cOgz79dOqI serta Zoom Meeting.

Turut hadir sebagai narasumber, yakni dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan RI atau Juru Bicara Nasional Vaksin Covid-19, dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc,Sp.PD selaku Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Vaksinolog. Turut hadir pula sebagai pembahas, yakni dr. Hj. Elfi Yennie, MARS selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi. Webinar ini dipandu moderator, yakni dr. Sri Putri Handayani selaku Field Medical Officer PCJL, serta Host, Tania Dwi Adinda selaku Humas SKK Migas Sumbagsel.

Webinar kali ini dibuka oleh Adiyanto Agus Handoyo selaku Kepala SKK Migas Perwakilan Sumbagsel. Turut hadir dalam acara yakni Dencio Renato B. selaku Vice President HR and Relations PetroChina International Jabung Ltd., Didik Sasono Setyadi selaku Kepala Divisi Formalitas SKK Migas, serta Forkopimda Tanjung Jabung Barat.

Dencio Renato B. menuturkan, kegiatan ini digelar guna membantu masyarakat dalam mengelola dan menyaring informasi terkait vaksinasi Covid-19. Dirinya turut mengucapkan terima kasih kepada SKK Migas yang telah mendukung dan menyukseskan acara webinar ini.

“Terima kasih pada SKK Migas yang telah mendukung acara webinar kali ini. PetroChina turut mendukung Pemerintah Daerah dalam penyaluran dan donasi alat kesehatan, serta melaksanakan sanitasi ke berbagai daerah ” tuturnya.

Sementara itu, dr. Hj. Elfi Yennie, MARS selaku Kepala Dinas Kesehatan Batanghari menuturkan, vaksinasi merupakan langkah penting untuk menekan laju pandemi Covid-19. Berdasarkan data per 23 Februari 2021, sebanyak 90 persen tenaga kesehatan berhasil divaksinasi, yang artinya, vaksinasi telah sukses dilaksanakan di Provinsi Jambi. 

“Sebanyak 23.845 tenaga kesehatan pada 11 kabupaten dan kota telah divaksinasi. Saya kagum dengan mekanisme pendistribusian vaksin ke daerah yang dikawal secara ketat oleh kepolisian,” sebutnya.

Sedangkan dr. Siti Nadia selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan RI atau Juru Bicara Nasional Vaksin Covid-19 menuturkan, vaksinasi merupakan salah satu cara mengendalikan penyakit infeksi. Menurutnya, meskipun telah divaksin, protokol kesehatan Covid-19 harus senantiasa diterapkan. Selain itu, vaksin dapat menurunkan jumlah kejadian infeksi hingga 65,3 persen. Orang yang tidak divaksinasi berisiko terinfeksi Covid-19, tiga kali lebih tinggi daripada risiko orang yang divaksinasi.

“Ketika sebagian besar kelompok divaksinasi, maka tentu dapat menurunkan angka penularan dan terbentuk herd immunity,” jelas Juru Bicara Nasional Vaksin Covid-19.

dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc,Sp.PD selaku Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Vaksinolog menambahkan, vaksin dapat membuat kebal dan memiliki sifat spesifik. Cara kerja vaksin di dalam tubuh yakni dengan mengenali, melawan, dan mengingat. Vaksin juga dibuat di pabrik dengan peralatan yang canggih. Hingga kini, keamanan vaksin masih diawasi dan dilaporkan secara berkala oleh BPOM RI.

“Sebanyak 212 juta dosis vaksin telah disuntikkan di seluruh dunia. Setiap negara pun memiliki pertimbangan dalam menentukan jenis vaksin. Vaksin Sinovac dipilih Indonesia karena tidak membutuhkan fasilitas penyimpanan khusus, dan telah dilaksanakan uji klinis fase III di Bandung, Jawa Barat. Dengan vaksinasi, kekebalan kelompok terbentuk, dapat menurunkan kesakitan, serta menjaga produktivitas dan meminimalkan dampak sosial serta ekonomi,” tutupnya. (Ut)