Dihadiri 1.200 Orang, KLB Demokrat Kok Dianggap Abal-abal Dan Pesertanya Ghaib?

Max Sopacua
Max Sopacua
Share

JAKARTA – Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat, Andi Arief bersuara kerasa atas pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) yang menetapkan Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, menggantikan Agus Harimurti Yudhoyono (AY).

Menurut Andi Arief, KLB Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) adalah KLB abal-abal, pesertanya ghaib.

“Jadi KLB dihadiri peserta Ghaib. KLB bukan hanya abal-abal tapi ghaib. Aya aya wae,” kata Andi Arief, dikutip dari akun Twitter miliknya, @AndiArief_ID, Sabtu (6/3).

Ia menganggap abal-abal karena tak satu pun Ketua DPD dan DPC Partai Demokrat yang menghadiri KLB tersebut.

Selain itu, KLB Demokrat di Deli Serdang juga tak mendapat izin dari Majelis Tinggi Partai Demokrat.

Cuitan Andi Arief dibantah oleh politisi senior Partai Demokrat, Max Sopacua.

Max menyebutkan bahwa pelaksanaan KLB Partai Demokrat di Sibolangit, Deli Serdang ini sudah sesuai prosedur.

“Kongres ini aspek legalitasnya adalah dua per tiga pemilik suara atau hitung-hitungannya lebih rendah lagi adalah 50 persen ditambah satu,” katanya.

Menurut klaim dia, dengan terpenuhinya aspek legalitas tersebut, maka tidak ada masalah sama sekali dalam hal pelaksanaan KLB yang akan digelar 5-7 Maret 2021. Jika ada yang menyebutkan akan ada upaya pembubaran KLB tersebut dari pihak-pihak yang menentang digelarnya KLB, menurut dia, hal tersebut bukanlah hal yang perlu dirisaukan karena ada petugas keamanan bersiaga.

“Kami berpijak pada masalah hukum dan keamanan. Semuanya itu, ada aspek legalitas-nya. Makanya saya bilang tadi orang mau pesta sunatan saja ada izinnya masak kongres nggak ada,” ujar Max.

Pria kelahiran Ambon 1946 ini menyebut, KLB dihadiri sekitar 1.200 orang yang merupakan pemilik hak suara, hak bicara, dan peninjau dalam pelaksanaan KLB Partai Demokrat di Deli Serdang.

Sumber: www.pojoksatu.id