Tim Pengabdian Universitas Jambi Bantu Bangkitkan Sektor Wisata Dikala Pandemi

Tim Pengabdian Universitas Jambi Bersama Mitra
Tim Pengabdian Universitas Jambi Bersama Mitra
Share

JEKTV.co.id - Industri pariwisata menggantungkan pertumbuhannya pada kunjungan wisatawan secara fisik. Kondisi pandemi ini mengakibatkan jumlah kunjungan wisata menurun drastis akibat larangan keluar masuk beberapa daerah. Selain itu, terdapat pula larangan berkumpulnya orang banyak pada suatu area. Hal ini semakin memperparah kondisi pariwisata. Salah satu UMKM Pariwisata yang terdampak di Provinsi Jambi adalah Ekowisata Sukorejo yang mengelola kopi liberika di Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. 

 

Ada delapan spot wisata yang terintegrasi di kawasan wisata kopi liberika tersebut. Salah satu konsep yang ditawarkan untuk menikmati ekowisata ini, dengan bersepeda mengunjungi delapan spot wisata yang telah berkembang. Terdiri dari Gerai UMKM Mekar Jaya, Pembibitan Kopi Liberika Murdiyanto, Pengolahan Pasca Panen ‘Omah Kopi’ – Sido Muncul, Budidaya dan Pengolahan Pasca Panen Paristo, Pengolahan Pasca Panen Sri Utomo III, Pengolahan Pasca Panen Kopi Luwak ‘Luwak Kembar Alami’ Pak Supadi, Galery Seni Syauqi Art, dan Budidaya Bonsai ‘Tambi Trubus’.

 

Keseluruhan spot wisata ini mengalami penurunan drastis akibat dampak pandemi Covid-19. Kunjungan wisata di Ekowisata Sukorejo menurun akibat beberapa pembatasan yang diberlakukan. Sebelum terjadinya pandemi, rata-rata pengunjung di ekowisata berkisar antara 400-450 orang setiap bulan. Akan tetapi, selama terjadinya pandemi, jumlah kunjungan sangat berkurang.

 

Berkurangnya pengunjung ini berdampak pada berkurangnya income Ekowisata Sukorejo. Kondisi ini juga memengaruhi pemasukan pengelola juga masyarakat pemilik perkebunan kopi yang menyediakan kopi bagi Ekowisata Sukorejo.

Hal inilah yang mendasari Tim pengabdian Universitas Jambi melakukan pengabdian di ekowisata sukarejo, guna memberikan semangat dan pandangan baru mengenai ekowisata. Hal utama yang diberikan kepada pelaku usaha ekowisata adalah bagaimana membangun wisata yang sehat dan nyaman untuk para wisatawan di masa pandemi ini. Pada pengabdian ini juga, tim membangun taman bunga berwarna warni guna untuk mempercantik lokasi ekowisata sehingga menarik minat wisatawan.

Selanjutnya, ada pula teknologi hidroponik yang kami perkenalkan kepada pengelola. Teknologi ini diperkenalkan guna melengkapi wisata yang telah ada. Selain itu, ada pula teknologi BPPC. Teknologi ini adalah teknologi pengolah sampah organik menjadi pupuk cair. Pupuk ini dapat digunakan sebagai pupuk untuk kembang dan juga untuk nutrisi hidroponik. Penerapan agroteknologi secara terintegrasi dan beberapa upaya lain yang dilakukan tersebut diharapkan dapat menghidupkan kembali sektor wisata di Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Betara di saat pandemi Covid-19 tentunya bisa menarik minat para wisatawan.  

Editor: RND




Banjir Cemoohan Usai Tuding Anies Tukang Bohong, Netizen: Ngaca Dulu Giring!

  • Rabu, 22/09/2021 09:23:59 WIB
  • Dibaca: 390

JAKARTA — Nama Plt Ketua Umum DPP PSI, Giring Ganesha trending topik Twitter tanah air. Mantan pentolan grup ...