Pemanfaatan Limbah Kulit Nanas Sebagai Bahan Pembuatan Pupuk Murah Alternatif

Pemanfaatan Limbah Kulit Nanas Sebagai Bahan Pembuatan Pupuk Murah Alternatif
Pemanfaatan Limbah Kulit Nanas Sebagai Bahan Pembuatan Pupuk Murah Alternatif
Share

JEKTV.co.id – Jambi - Limbah organik yang selama ini tidak dimanfaatkan digunakan sebagai bahan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dalam kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM). Pelaksanaan PPM Program Studi Biologi FST-UNJA di Desa Tangkit baru dihadiri oleh dua kelompok mitra pelaku wirausaha yaitu UMKM Tulimario dan UMKM CV. Yusra yang dihadiri oleh 40 orang termasuk tim dosen dan mahasiswa.

 

Melalui kegiatan PPM ini diharapkan mitra mampu memanfaatkan limbah nanas secara maksimal untuk dijadikan pupuk alternatif yang murah dan berkualitas sehingga lebih bermanfaat serta dapat dijadikan sebagai bentuk usaha. Pupuk organik cair yang telah diproduksi oleh mitra diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan baru atau sebagai aternatif untuk mengurangi pengeluaran pembelian pupuk bagi masyarakat di Desa Tangkit Baru, Provinsi Jambi.

“Pupuk organik cair ini memanfaatkan limbah dari pembuatan kuliner berbasis nanas yang banyak produksi di Desa Tangkit Baru, sehingga dapat menjadi nilai lebih dari sisa produksi yang sebelumnya belum dimanfaatkan”, ujar Mahya Ihsan, ketua pelaksana PPM ini.

 

Pupuk organik cair merupakan pupuk dari bahan organik yang mudah larut pada tanah dan membawa unsur penting bagi pertumbuhan tanaman. Pupuk organik cair memiliki kelebihan dibandingkan pupuk organik padat, pupuk ini mengandung mikroorganisme yang tidak terdapat pada pupuk organik padat dalam bentuk kering. Pupuk organic cair pada kegiatan PPM ini dibuat dari bahan baku kulit nanas, bioaktivator EM4, gula pasir, dan air bersih.

 

Kegiatan ini dilakukan dengan tiga tahapan yaitu penyuluhan kepada masyarakat, memperkenalkan potensi limbah yang berdaya guna serta pemanfaatan lahan terbatas untuk meningkatkan produktivitas, mengajak masyarakat Desa Tangkit Baru untuk menjadikan keterampilan pembuatan pupuk organik cair sebagai salah satu bentuk usaha. Selain melakukan penyuluhan, tim pengabdian juga memandu membuat POC secara langsung.

Kegiatan ini disambut positif oleh kedua mitra. Kedua mitra memberikan respon yang positif dan antusias dalam mengikutinya. Ketua UMKM Tulimario, Baso Intang, menyatakan bahwa keterampilan ini dapat diterapkan di masyarakat dimulai dari penggunaan pribadi pada tanaman-tanaman di sekitar rumah. Masyarakat menyadari bahwa di masa pandemi ini harus melakukan banyak penghematan. Jika tidak dapat menambah pendapatan, paling tidak dapat menurunkan pengeluaran.

 

Kegiatan pengabdian ini mulai dari persiapan hingga pelaksanaan dan evaluasi dilakukan sejak Bulan April hingga Desember 2021. Kegiatan ini berlangsung dengan baik dan masyarakat antusias dalam pelaksanaannya. Sebagai bentuk evaluasi kepuasan masyarakat, dilakukan pula survey kepuasan terhadap pengabdian dalam bentuk kuesioner.

 

Beberapa peserta menyarankan agar praktik pembuatan POC dilakukan dan diterapkan secara langsung di kebun nanas serta diuji coba menggunakan air gambut sebagai salah satu bahan bakunya. Selain itu, ada juga peserta yang berpendapat bahwa kegiatan ini sangat baik karena dapat mengurangi limbah organik. Masukan ini tentunya menjadi saran yang baik bagi tim pelaksana PPM untuk dapat mengembangkan produk POC lebih lanjut sebagai upaya menjawab kebutuhan masyarakat.